Bom di Depan Gereja Katedral Makassar, Senator Ajbar : Apapun Motifnya Ini Sangat Bejat

0
145
Advertisement

Laporan: Firdaus

Makassar, Binabaca.com-Telah terjadi ledakan keras yang diduga bom bunuh diri di sebuah gereja Katedral di Jalan Kartini Kota Makassar, Sulawesi Selatan Minggu, (28/3/2021).

Dari rekaman CCTV yang didapat, tampak detik-detik sebelum ledakan terjadi  pada pulul 10.20 WITA. Terilihat  dua mobil terparkir di depan gereja dan dua perempuan sempat melewati jalan di depan gereja tersebut.  Kemudian, satu unit mobil berwarna putih melintas dan sedetik kemudian ledakan pun terjadi.

Sementara itu, polisi masih melakukan evakuasi dan pengamanan di sekitar area gereja dengan memasangkan garis polisi.

Di lokasi tersebut, polisi menemukan bagian tubuh yang di duga milik pelaku yang melakukan aksi teror bom bunuh diri.

“Melihat potongan tubuh tersebut, kemungkinan besar ia adalah pelaku atas peristiwa ini. Tapi kami akan melakukan tindak lanjut untuk memastikan potongan tubuh tersebut milik pelaku,” ujar Merdisyam perihal bagian tubuh manusia yang ditayangkan dalam televisi swasta.

Anggota DPD RI dapil Sulawesi Barat Ajbar turut angkat suara dalam kasus ini. Beliau mengutuk keras kejadian yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar.

“Apapun motifnya dan siapapun pelakunya amat sangat bejat. Saya berharap pihak kepolisian segera menemukan otak pelakunya dan motif dibalik kejadian tersebut dan saya juga berharap semua pihak jangan langsung menuduh sembarangan atas kasus tersebut, kita serahkan kepada pihak berwajib dan kami percayakan kasus ini bisa segera teratasi,” tegas Ajbar dalam suatu kesempatan.

Selain itu, Ajbar juga menghimbau kepada warga makassar agar tetap tenang dan masyarakat tidak mudah terprovokasi.

“Saya mengirimkan duka mendalam atas kejadian tersebut, terutama para korban semoga diberi kesabaran dan kesembuhan yang mengalami luka, serta saya berharap agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi atas peristiwa ini,” lugas senator yang dikenal piawai membangun komunikasi politik ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here