Mengenal Situs Sejarah Melalu Event Bersepada Marasa

0
37
Advertisement

Laporan: Mesta

MAJENE, BinaBaca.com-Event Jelajah Majene Kota Tua yang dilaksanakan pada Minggu (28/03/2021) merupakan suatu upaya kolaborasi antara pemerintah dengan komunitas untuk mengayuh kepariwisataan berbasis sejarah dan budaya di Majene. Setelah tertunda karena gempa yang terjadi Januari lalu, kegiatan “Bersepeda Marasa” dengan menelusuri kota Majene akhirnya dilaksanakan kegiatan ini yang dihadiri puluhan peserta.

Kegiatan Bersepeda Marasa dilaksanakan komunitas Panggoling Mandar Balanipa (GOMBAL) didukung individu dan komunitas pesepeda di Sulawesi Barat, serta Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat.

Kata Farid Wajdi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat yang juga ikut bergowes di pelantaran Majene Kota Tua.

“Saya sangat antusias dengan adanya kegiatan ini. Apalagi beberapa komunitas pesepeda berkolaborasi demi terwujudnya kegiatan ini. Melalui kegiatan ini teman-teman pesepeda bisa lebih mengenal situs-situs bersejarah yang berkaitan dengan Majene Kota Tua,” ungkap Farid.

Muhammad Ridwan Alimuddin, yang penulis buku “Majene Kota Tua” menyebutkan bahwa event ini sudah dipersiapkan sejak Desember lalu.

“Sejak Desember kami sudah persiapkan evenT Bersepeda Marasa yang terdiri dari dua kegiatan, Jelajah Majene Kota Tua dan Jalur Sutera Mandar. Awalnya Jelajah Majene Kota Tua diadakan dalam bentuk virtual alias sendiri-sendiri lalu peserta menyetor ke panitia rute yang mereka lalui lewat aplikasi. Tapi kami ganti dengan gowes bersama, yang diikuti 40-an pesepeda yang sudah mendaftar sejak Januari lalu. Insya Allah pekan depan, 4 April 2021 kami adakan yang Jalur Sutera Mandar,” jelas Muhammad Ridwan Alimuddin, yang juga Duta Baca Sulawesi Barat ini.

Menurut salah satu anggota Minion Assamalewuang Community (MAC), Muhammad Idrus mengatakan, “Dengan adanya event ini, kami dari anggota MAC Majene dapat mengetahui dan mengamati situs-situs bersejarah peninggalan Eropa, tapi saya pengennya sih kegiatan ini berlanjut dengan melibatkan banyak peserta. Agar masyarakat mengetahui lebih dalam situs-situs bersejarah di Kota Tua ini.” tutur Idrus.

Peserta yang mengikuti event ini diarahkan mulai dari Stadion Prasamya Majene sekitar pukul delapan pagi, menuju Gereja Majene – Makam Cina – Pelabuhan Majene – Pesanggarahan (kompleks Mesjid Laikal Masir dan rumah jabatan Bupati Majene) – Makam Belanda – Museum Mandar dan finish di Gedung Assamalewuang. Jaraknya sekira 8 km. Panitia akan mengarahkan para peserta untuk singgah dibeberapa titik dan menjelaskan tentang sejarah tempat tersebut dan kaitannya dengan Majene Kota Tua. Selain itu, peserta juga dapat menyaksikan koleksi yang ada di museum Mandar Majene.

Ketfot: Peserta mengunjungi monumen pendaratan tentara Belanda di Majene. (Foto: Fb. Muhammad Ridwan Alimuddin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here