Ketua DPD RI : Jangan Biarkan IKM Mati

Soal Desakan ke Pemerintah untuk Proteksi Pasar

0
44
Advertisement

Laporan : Risna DN

BALIKPAPAN, BinaBaca.com-Pandemi Covid-19 membuat sejumlah pihak menggunakan jasa e-commerce untuk memasarkan produk mereka. Salah satunya adalah produk impor tekstil yang merajalela di pasaran. Oleh karena itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah untuk memproteksi pasar demi melindungi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari serbuan produk impor yang dipasarkan secara online.

Industri Kecil dan Menegah (IKM) tekstil mengalami penurunan penjualan disebabkan pandemi covid-19 dan banjir produk impor di pasaran.Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia menyebutkan produk impor tekstil tidak hanya terjadi di pasar swalayan, namun juga masuk ke marketplace

Data Indotextiles menyebutkan, sepanjang 2020 produksi garmen IKM mencapai sekitar 641.000 ton. Di Jawa Barat banyak sekali produksinya, misalnya sentra rajut binong di Bandung. Mereka produksi terus-menerus dengan pekerja yang juga banyak. Miris ketika produknya tidak dapat bersaing dengan impor. Harganya jauh sekali tetapi kualitas lebih baik dibandingkan produk impor

“Program pemerintah terkait pemulihan ekonomi nasional adalah pelaku usaha garmen yang merasakan sulitnya penjualan produk karena tidak mampu bersaing. Keluhan ini dirasakan oleh sejumlah pihak. Padahal harga terbilang lebih murah dan kualitas pun lebih baik,” jelas LaNyalla Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (4/4/2021).

Dampak dari program ini dirasakan pelaku IKM ditandai dengan menurunnya penjualan mereka. Menurut LaNyalla, e-commerce amat besar pengaruhnya terhadap produk-produk impor, baik konsumsi kebutuhan rumah tangga maupun pakaian jadi.

“Jangan biarkan industri kecil menengah menghadapi kematian dan permasalahan sosial yang besar. Oleh karena itu saya mendesak pemerintah agar memproteksi pasar melalui regulasi yang melindungi pelaku usaha lokal” ujar LaNyalla.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menilai hingga kini, pemerintah belum  menyelesaikan regulasi yang memproteksi pasar padahal hal tersebut sangat ugent.

“Saya pikir ini sangat urgent dan harus menjadi prioritas hingga saatnya kita mampu bersaing di pasar bebas,” tegas Senator Dapil Jawa Timur itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here