Ajbar: Ada Dua Produsen yang Belum Merdeka di Republik Ini

0
33
Advertisement

Laporan: Risna DN

TAPANGO, BinaBaca.com—Seminar UMKM dan Enterpreneurship yang diselenggarakan Lingkar Mahasiswa Tapango, Jumat (11/06) bertempat di Aula Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar.

Dalam seminar tersebut Senator Ajbar selaku keynote speaker juga menyinggung tentang kondisi pertanian sebagai salah satu sektor dengan peluang yang sangat bagus berkembang di negeri ini. Namun sang orator itu menyebutkan bahwa ada dua produsen di negeri ini yang belum merdeka yakni petani dan nelayan.

“Di republik ini hanya ada dua produsen yang tidak merdeka, karena mereka yang tanam dan panen, begitu mereka menjual mereka tidak berhak menentukan harga. Petani kita bisa merdeka, tapi infrastrukturnya harus disiapkan. Sektor pertanianlah yang paling mudah pasarnya, begitu petani menjual mereka tidak berhak menentukan harga” jelasnya,

Ajbar menjelaskan secara rinci bagaimana seorang petani padi bisa merdeka, caranya kita buatkan sistem resi gudang, di setiap lumbung pangan disiapkan. Resi gudang itu berfungsi begitu harga gabah turun, petani bisa masukan ke gudang untuk disimpan karena ada pengering di dalamnya.

“Kita harus menjadi petani yang merdeka, caranya harus punya fasilitas untuk memerdekakan mereka. Bisa juga disiapkan lantai jemur di setiap dusun dan kampung. Sekali lagi petani bisa merdeka jika disiapkan infrastrukturnya” tegasnya.

Dia juga menyinggung soal database pertanian kita yang belum ada. Salah satu contoh database yang diperlukan adalah kemampuan atau jenis tanah pada satu wilayah. Karena tidak semua jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi bisa tumbuh, sehingga untuk memetakan jenis tanah di Polewali Mandar khususnya di Tapango ini harus ada database tanah.

“Bila itu ada, maka kita gampang menyusun perencanaan. Tanah itu harus diuji lab, sehingga tingkat kesuburan atau kandungan airnya bisa diketahui dan terukur, sehingga kita bisa merencanakan atau menentukan jenis tanaman produktif yang bisa di tanam pada suatu lahan pertanian” ungkapnya.

Senator Ajbar juga berharap kesadaran tumbuhnya kesadaran kritis mahasiswa. Seperti saat Polman disibukkan dengan persoalan sampah.

“Sampah ini memiliki potensi ekonomi, kalau anak muda mmapu, ini potensi yang luar biasa, karena bisa bernilai profit, tidak banyak orang yang berpikir bahwa sampah memiliki nilai ekonomi. Coba buku YouTube tentang pengelolaan sampah ada banyak itu di dalam” harapanya.

Sekali lagi menurut Senator Ajbar enterpreneur itu harus berani, jangan takut, memulai usaha harus dikerja dan selalu berpikir positif.

“Apapun yang dimulai dengan keraguan akan menghasilkan keraguan” tegasnya.
Ajbar juga berharap ada group yang terbentuk khusus untuk Limata, sehingga dia bisa membantu mewujudkan visi dan misi Limata yang berbentuk badan dengan terdiri dari beberpa bada usaha di dalamnya.

“Apa yang bisa saya bantukan, kita bentuk konsorsium. Jika bentuk usaha bagus dan proposal mantap, bank yang langsung datang. Banyak peluang tapi harus dikonsolidasi dengan baik. Saya tantang adek adek untuk bergerak bersama. Kata kunci dari usaha itu adalah dikerjakan dan dikonsolidasi dengan baik, saya menunggu dari adek adek semua” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here