Terlibat Kasus Aborsi, Lima Tersangka Berhasil Diringkus Polisi

0
12
Advertisement

MAMUJU, Binabaca.com–Warga Lingkungan Padang Panga, Kelurahan Karema, Mamuju, Sulawesi Barat dikejutkan dengan penemuan janin hasil aborsi yang terkubur di sebuah kebun pada 5 Oktober 2021 lalu.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus lima orang yang terlibat dalam kasus itu.

Kasatreskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu Arief Setiawan mengatakan, kasus aborsi itu terungkap setelah salah seorang saksi curiga melihat gundukan tanah tertancap tangkai daun jeruk di atasnya.

Ia menambahkan dirinya memanggil saksi lainnya kemudian menggali gundukan itu dan menemukan bungkusan kain putih.

“Kedua saksi lalu turun dari bukit dan memanggil bhabimkantibmas setempat. Satelah bungkusan dibuka, didapati janin yang diduga dikuburkan oleh orang tuanya, lalu melaporkan ke Polresta Mamuju,” kata Pandu, Senin (11/10/2021).

Pandu menambahkan, setelah dilakukan penyelidikan dibantu Resmob Polda Sulbar dengan melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, polisi berhasil meringkus lima orang tersangka. Masing-masing 2 laki-laki AA (25), AD (20), serta 3 perempuan SW (22), RR (28), dan ML (22).

“AA dan SW sepasang kekasih atau orang tua janin. RR, ML dan AD terlibat atau membantu proses aborsi. AD merupakan adik kandung dari tersangka AA,” jelas Pandu.

Para tersangka memiliki peran masing-masing. Awalnya AA bertanya ke ML terkait orang yang bisa melakukan aborsi, kemudian ia dikenalkan ke RR. Dari RR, ML memperoleh obat-obatan yang kemudian diberikan ke AA untuk di komsumsi SW.

“RR ini mendapat imbalan Rp400 ribu untuk membantu SW melakukan aborsi ilegal di salah satu penginapan yang ada di Mamuju. Janin itu berusia sekitar 6 bulan dengan panjang 30 centimeter, setelah janin keluar AA dibantu AD menguburkannya di sebuah kebun agar tak diketahui orang,” ungkap Pandu.

Motif utama aborsi secara ilegal ini dilakukan untuk menutupi kehamilan SW yang di luar nikah. Para tersangka dikenakan pasal berlapis atas kasus ini, polisi juga masih melakukan pendalaman kasus, bisa saja ada kasus aborsi lainnya yang melibatkan salah satu tersangka.

“Pasal yang kita kenakan, yakni Pasal 194 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, Pasal 348 Ayat (1) KUHP, Pasal 299 Ayat (10) dan (2) KUHP, Pasal346 KUHP dan Pasan 182 KUHP,” tegas Pandu.(adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here