Korsel Cetak Rekor Covid Empat Hari Berturut, Tembus 16 Ribu Kasus

0
94
Korsel mencetak rekor kasus Covid-19 empat hari berturut-turut hingga Jumat (28/1). (Reuters/Kim Hong-ji)
Advertisement

Korea Selatan mencetak rekor kasus Covid-19 empat hari berturut-turut hingga Jumat (28/1). Pada hari ini, Covid-19 di Korsel bahkan menembus angka 16 ribu kasus.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea Selatan (KCDA) melaporkan bahwa Covid-19 Korsel selama 24 jam hingga Jumat mencapai 16.096 kasus. Laporan ini merupakan rekor tertinggi selama pandemi di Korsel.

Dengan laporan ini, Korsel mencetak rekor kasus harian Covid-19 selama empat hari berturut-turut. Rekor pertama dipecahkan pada Selasa (25/1), saat Korsel melaporkan 8.000 kasus.

Sehari setelahnya, Rabu (26/1), tercatat 13.012 kasus Covid-19 baru di Korsel. Pada Kamis (27/1), Korsel kembali memecahkan rekor dengan laporan 14.518 kasus Covid-19.

Menurut KCDA, angka Covid-19 harian meningkat empat kali lipat sejak 17 Januari, saat kasus berada di kisaran 3.800.

KCDA memperingatkan, jumlah kasus harian akan meningkat hingga mencapai 100 ribu per hari dalam beberapa pekan ke depan.

Sementara itu, Korsel melaporkan 24 kematian selama 24 jam hingga Jumat. Dengan demikian, total korban meninggal akibat infeksi virus corona mencapai 6.678 jiwa. Jika dirata-rata, tingkat kematian tercatat 0,84 persen.

Korsel mencetak rekor ini ketika sedang menghadapi gelombang Omicron. Demi menangkis gelombang varian Omicron, Korea Selatan akan memperkenalkan sistem medis baru.

“Kami akan mengubah sistem untuk merespons Covid-19 dengan sistem medis sehari-hari ketimbang sistem medis yang terpisah,” ujar Menteri Kesehatan Korsel, Kwon Deok Cheol, dikutip Yonhap.

Kwon lalu melanjutkan, “Ini merupakan transisi (sistem) yang tak bisa dihindari demi mengurangi kasus dan kematian. [Sistem ini] berfokus pada diagnosis dan pengobatan bagi kelompok berisiko tinggi di tengah keterbatasan sumber daya.”

Untuk menggalakkan program itu, mulai pekan depan, rumah sakit lokal dan klinik akan memberikan tes antigen mandiri, resep obat seperti pil Paxlovid, dan memantau pasien yang menjalani perawatan di rumah.

Kini, pemerintah tengah berdialog dengan komunitas kesehatan untuk mendorong 1.000 klinik agar berpartisipasi dalam uji coba sistem pengobatan tersebut.

Pemerintah Korsel juga akan menyediakan tempat tes Covid di pusat kesehatan masyarakat. Sementara itu, rumah sakit akan menyediakan dua macam tes lengkap, yakni rapid antigen dan PCR. Masyarakat bisa memilih satu yang mereka inginkan.

Orang berusia 60 tahun ke atas atau kelompok berisiko dan yang memiliki komorbid, diprioritaskan untuk melakukan tes PCR.

source : www.cnnindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here