Bareskrim Periksa 8 Korban Binomo: Terlapor Indra Kenz Janjikan Untung 80 Persen

0
52
Ilustrasi Bareskrim. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Advertisement

Dittipideksus Bareskrim Polri telah memanggil 8 korban dugaan penipuan aplikasi trading Binomo, Kamis (10/2). Korban mengaku mengalami kerugian Rp 2,4 Miliar. Salah satu terlapor yakni Indra Kesuma atau Indra Kenz (IK).

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan mengatakan, dari keterangan para korban terdapat terlapor berinisial IK yang diduga menjanjikan keuntungan 80 hingga 85 persen bermain trading di Binomo.

“Diduga dilakukan terlapor (IK) dan kawan-kawan yaitu pada sekitar April 2020 dari aplikasi atau website Binomo telah menjanjikan keuntungan sebesar 80 % sampai 85% dari nilai atau dana buka perdagangan yang ditentukan setiap trader atau korban,” kata Whisnu lewat keterangannya.

Whisnu menuturkan, modus yang dijalankan terlapor IK yakni dengan menyatakan bahwa Binomo legal dan diizinkan beroperasi di Indonesia. Hal itu disampaikannya lewat Youtube.

“Modusnya pun beragam salah satunya adalah dengan melihat promosi yang disebar oleh terlapor atas nama IK dan kawan-kawan melalui Youtube, Instagram, Telegram,” ujar Whisnu.

Sebelumnya Maru Nazara salah satu korban Binomo, dalam akun YouTube ‘Panggung Inspirasi Official’ mengungkap sejumlah nama sebagai afiliator binary option tersebut. Maru mengatakan mereka harus dihukum.

“Indra Kenz, Doni Salmanan, dan semua affiliator binary option, kalian harus diproses secara hukum. Karena kalian telah menjerumuskan banyak orang, kalian telah menipu banyak orang,” kata Maru seperti dikutip dari akun YouTubenya, Selasa (8/2).

Maru mengatakan para affiliator tersebut bukanlah seorang trader melainkan hanya penipu. Kekalahan para membernya kemudian menjadi keuntungan bagi para affiliator tersebut.

“Kalian affiliator yang menipu orang, menjerumuskan orang, sehingga setiap orang yang loss, setiap orang yang dibantai dalam aplikasi itu kalian mendapat bagian 70%,” tambah Maru.

Maru juga menuturkan cara para affiliator ini menipu para membernya. Ia menyebut semua trading yang dilakukan para affiliator hanyalah kebohongan semata.

“Cara affiliator ini menipu mereka dengan memainkan akun promo atau mentradingkan akun promo atau saldo palsu. Yang mana saldo palsu atau akun palsu ini difasilitasi oleh broker itu sendiri, lalu mereka memainkan itu dan mereka mencari yang profit. Lalu mereka upload ke youtube mereka,” jelas Maru.

Akibat pernyataannya itu Maru dilaporkan oleh Indra Kenz ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik.

Pernyataan Indra Kenz

Indra Kenz dalam keterangannya sudah membantah semua tudingan. Dia menilai, semua kekayaan yang dimiliki crazy rich Medan itu bersih.

“Harta dan kekayaan pajak saya laporkan bersih,” ujar Indra Kenz di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/2).

Soal binary option dan afiliator, Indra menilai, semua orang bisa bergabung dan mengambil peran yang sama. Sehingga tak pas bila menyalahkan dirinya atas kerugian orang lain.

“Jadi sebenarnya gini, affiliator yang dimaksud itu seperti apa, karena sebenarnya semua orang bisa jadi user, semua orang punya link reveral, dalam artian punya link afiliasi, bisa jadi siapa pun mendaftar bisa,” jelas dia.

Dia merasa, tuduhan kepadanya hanyalah bagian dari upaya orang untuk membesarkan masalah ini. Sampai-sampai menuding hartanya berasal dari hasil penipu.

“Cuma ini adalah isu yang digoreng-goreng jadi besar. Jadi seolah-olah saya mendapatkan harta saya sebagai menipu,” jelas Indra.

www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here