PAN Pertimbangkan Usung Zulhas, Anies, RK, Ganjar hingga Puan di Pilpres 2024

0
76
Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai menggelar rapat evaluasi PPKM Mikro. Foto: Dok. Pemprov Jabar
Advertisement

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menegaskan PAN masih terus mempertimbangkan calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024. Sejumlah sosok kuat yang sedang dipertimbangkan yakni Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil.

Tetapi, Viva Yoga mengungkapkan ada juga nama-nama lain yang masuk radar PAN sebagai capres potensial di 2024. Mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPR RI Puan Maharani hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Kang Emil dengan Bang Zul dan PAN memang akrab dan dekat. Bahkan PAN sudah menganggap Kang Emil seperti saudara sendiri. Kang Emil adalah salah satu bakal capres potensial yang masuk radar PAN,” kata Viva Yoga saat dihubungi, Rabu (16/2).

“Ada juga Mbak Puan, Mas Anies, Mas Ganjar, dan Mas Erick Thohir,” imbuh dia.

Sebagaimana diketahui, Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengeluarkan survei terbarunya yang berfokus pada pandangan masyarakat Jawa Barat terhadap partai politik, gubernur dan presiden pada 5-8 Februari 2022. Salah satu temuan survei menunjukkan Kang Emil menjadi capres favorit warga Jabar dalam sejumlah simulasi, mengalahkan capres potensial populer seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.

Misalnya dalam simulasi top of mind, Kang Emil unggul dengan 13%, sementara Anies 12,2%, Prabowo 12%, dan Ganjar 10,7%. Dalam simulasi 4 nama, Kang Emil juga unggul. Ia dipilih 22,2% responden, sementara Prabowo 21,9%, Anies 19,3%, Ganjar 17,8%.

Menurut Viva Yoga, ini menunjukkan betapa bangga dan cintanya masyarakat Jawa Barat kepada Kang Emil. Sosok Kang Emil dinilainya dekat dengan masyarakat, gaul dan komunikatif, memiliki visi dan kapasitas memimpin, dan cinta Indonesia.

Apalagi di samping Zulhas, PAN turut mempertimbangkan Kang Emil sebagai capres di 2024. Namun, Viva Yoga menekankan paslon usungan PAN tentu juga akan bergantung pada parpol koalisi.

“Aspirasi kader PAN di Pilpres 2024 mengusung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Karena PAN tidak dapat mengusung sendirian, sesuai pasal 222 Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu bahwa harus memenuhi syarat 20% presidential threshold, maka dipastikan keputusan pasangan calon akan ditetapkan oleh koalisi partai politik nantinya,” terang dia.

“PAN masih mencermati dan menilai kondisi obyektif politik nasional. Di Rakernas I PAN Tahun 2021 telah menetapkan untuk memberi kewenangan kepada Ketua Umum PAN mengambil langkah-langkah strategis dalam penentuan paslon di pilpres,” tambah dia.

Soal koalisi partai, Viva Yoga menerangkan PAN masih dinamis dan dalam proses dialog. PAN punya beberapa persyaratan dalam menentukan koalisi dengan partai politik.

“Pertama, memiliki platform dan kesamaan perjuangan untuk pembangunan demokrasi dan kemajuan NKRI. Kedua, diharapkan dapat berkoalisi terus di parlemen, bukan hanya di saat di pilpres saja,” paparnya.

“Ketiga, figur yang akan diusung oleh koalisi partai adalah sosok yang memiliki integritas pribadi, cinta rakyat dan bangsa Indonesia, memiliki visi dan kapasitas memimpin bangsa, serius menegakkan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan,” lanjutnya.

Viva Yoga mengatakan PAN tak mempersoalkan ada berapa paslon yang nantinya maju di 2024. Yang pasti, ia menegaskan paslon tak boleh membawa isu SARA dalam kampanye, sementara penyelenggara pemilu khususnya KPU dan Bawaslu harus berintegritas.

“Untuk berapa paslon, tergantung kondisi politik. Dua atau tiga paslon tidak ada masalah, asal ada syaratnya. Tidak membawa isu SARA, terutama agama masuk ke dalam turbulensi politik elektoral karena dapat memecah belah kohesivitas sosial dan persatuan antar umat beragama,” ujarnya.

“Penyelenggara pemilu yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP harus berintegritas dalam menjalankan pemilu yang Luber dan jurdil,” tandas dia.

source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here