Jokowi Resmikan 2 PLTA di Sulawesi

0
51
Presiden Jokowi meresmikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA PT Poso Energy di Poso dan PLTA PT Malea Energy di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 25 Februari 2022. (IG/@jokowi)
Advertisement

Dalam kunjungan kerjanya di Sulawesi Tengah, Presiden Joko Widodo meresmikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Poso dan Kabupaten Tana Toraja di Sulawesi Selatan. Pembangunan PLTA diharapkan dapat mendukung target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2023.

Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia memiliki potensi 418 Gigawatt atau 418 ribu megawatt energi listrik baru terbarukan (EBT) yang bersumber dari tenaga air (hydro power), energi panas bumi (geo termal), tenaga surya, tenaga angin dan panas permukaan air laut.

“Semuanya ada di negara kita, hanya bagaimana kita bisa menggeser dari yang Coal (batubara) kepada energi hijau itu juga bukan pekerjaan yang mudah karena sudah terlanjur banyak sekali PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) kita,” kata Jokowi saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso kapasitas 515 megawatt (MW) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dan PLTA Malea Energy 90 MW di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (25/2). Peresmian kedua PLTA itu dipusatkan di lokasi pelataran Power House PLTA Poso Extension Stage 2, Desa Sulewana, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Indonesia menurut Jokowi menargetkan bauran EBT atau energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 dan 29 persen pada 2030.

Sebagaimana diketahui Indonesia berkomitmen untuk melakukan penurunan emisi karbon, seperti yang ditegaskan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB, COP26 2021. Komitmen itu direalisasikan, salah satunya, dengan melakukan diversifikasi energi fosil dengan energi terbarukan yakni 23 persen pada 2025 mendatang.

“Target-target yang seperti ini yang tidak mudah dikejar karena memang antara pertumbuhan permintaan, pertumbuhan listrik harus terus diseimbangkan jangan sampai ada kelebihan pasok dari PLN sehingga membebani i PLN,” papar Jokowi dalam peresmian yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden. Ketatnya pengamanan oleh Paspampres membatasi ruang gerak wartawan meliput secara langsung peresmian tersebut.

Menurut Jokowi dengan berbagai proyek pembangunan PLTA yang sedang berjalan, termasuk PLTA Poso yang sudah rampung, diharapkan dapat membantu pencapaian target EBT sekaligus memenuhi tingginya permintaan industri terhadap energi hijau di dalam negeri.

Pasok Listrik ke Empat Provinsi di Pulau Sulawesi

PLTA Poso yang dibangun oleh PT Poso Energy, anak perusahaan Kalla Group, memiliki kapasitas 515 MW. PLTA itu dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama , dengan kapasitas 3×65 MW, sudah beroperasi sejak Desember 2012. Tahap kedua, yang merupakan perluasan dan berkapasitas 4×30 MW dan 4×50 MW baru selesai dibangun Desember 2021.

Pendiri Kalla Grup, Muhammad Jusuf Kalla, mengatakan pembangunan PLTA Poso memakan waktu 12 tahun dengan nilai total investasi Rp 17 triliun.

Ketatnya pengamanan membatasi ruang gerak wartawan meliput secara langsung peresmian PLTA Poso, Jumat (25/2/2022) (Foto:VOA/Yoanes Litha).
Ketatnya pengamanan membatasi ruang gerak wartawan meliput secara langsung peresmian PLTA Poso, Jumat (25/2/2022) (Foto:VOA/Yoanes Litha).

“Ini memberikan listrik keempat provinsi di Sulawesi. Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat, dan semua cadangannya ada di sini. Kemampuan 500 (megawatt) kita baru pakai 300 (megawatt), ada cadangannya 200 (megawatt),” kata Jusuf Kalla, mantan wakil presiden ke 10 dan ke 12 itu.

Kalla Group melalui anak perusahaan lainnya juga sedang mengembangkan beberapa PLTA di Pulau Sulawesi dan Sumatera dengan total kapasitas sebesar 1.230 MW yang terdiri PLTA Poso 3 berkapasitas 400 MW dan PLTA Poso 4 berkapasitas 30 MW di Kabupaten Poso, PLTA Kerinci berkapasitas 350 MW di kabupaten Merangin, Jambi, PLTA Tumbuan Mamujuberkapasitas 90 MW dan PLTA Tumbuan Mamuju Bawah berkapasitas 360 MW di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Masyarakat Adat Danau Poso Tuntut Penyelesaian Dampak Bendungan PLTA

Peresmian PLTA Poso oleh Presiden Joko Widodo mendapat kritikan dari Masyarakat Adat Danau Poso (MADP) yang menggelar aksi unjuk rasa di Kota Tentena. Dalam orasinya MADP menyayangkan peresmian PLTA Poso ditengah belum tuntasnya penanganan dampak naiknya muka air danau oleh bendungan PLTA Poso 1 yang merendam ratusan hektare sawah di pinggiran Danau Poso sejak pertengahan tahun 2020.

Aksi demo Masyarakat Adat Danau Poso (MADP) mengkritik peresmian PLTA Poso yang menimbulkan dampak terendamnya areal persawahan di pinggiran Danau Poso. Jumat (25/2/2021) (Foto:MADP).
Aksi demo Masyarakat Adat Danau Poso (MADP) mengkritik peresmian PLTA Poso yang menimbulkan dampak terendamnya areal persawahan di pinggiran Danau Poso. Jumat (25/2/2021) (Foto:MADP).

“Menuntut PT. Poso Energy untuk menyelesaikan masalah-masalah dampak lingkungan, sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh operasional PLTA Poso 1 terutama sawah dan kebun yang terendam, perusakan wayamasapi (alat tangkap ikan sidat tradisional) dan karamba serta hilangnya wilayah penambang pasir tradisional,” teriak Lina Laando dari MADP.

MADP juga mengkhawatirkan kelestarian ikan Sidat, sebab sungai yang jadi jalur migrasi ke laut untuk memijah terhalang oleh dua bendungan. [yl/ab]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here