Tolak Tekanan Barat, India Beli Minyak Rusia

0
36
Pompa angguk milik perusahaan minyak Rusia Sibneft di Noyabrsk, Siberia Barat. (Foto: Reuters/Alexander Natruskin)
Advertisement

Perusahaan minyak pemerintah India, Indian Oil Corp, membeli 3 juta barel minyak mentah dari Rusia awal pekan ini untuk mengamankan kebutuhan energinya, dan menolak tekanan Barat untuk menghindari pembelian semacam itu, kata seorang pejabat pemerintah India, Jumat (18/3).

Pejabat itu mengatakan India tidak memberlakukan larangan pembelian minyak dan akan berusaha membeli lebih banyak dari Rusia meskipun ada seruan untuk tidak melakukannya dari AS dan negara-negara lain.

Pejabat itu berbicara dengan syarat namanya dirahasiakan karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan wartawan.

Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Barat lainnya mendesak India untuk menghindari pembelian minyak dan gas dari Rusia. Laporan-laporan media India mengatakan Rusia menawarkan diskon pembelian minyak 20% di bawah harga patokan global.

Harga minyak telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir, menimbulkan beban besar bagi negara-negara seperti India, yang mengimpor 85% dari minyak yang dikonsumsinya. Permintaannya diproyeksikan melonjak 8,2% tahun ini menjadi 5,15 juta barel per hari seiring pulihnya ekonomi akibat kehancuran yang disebabkan oleh pandemi.

Sekretaris pers Gedung Putih Jennifer Psaki mengatakan sebelumnya pekan ini bahwa pembelian minyak Rusia oleh India tidak melanggar sanksi AS, tetapi mendesak India untuk mempertimbangkan di mana posisinya ketika buku-buku sejarah ditulis.

Ditanya wartawan tentang India membeli minyak dari Rusia, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arindam Bagchi, mengatakan banyak negara Eropa mengimpor minyak dan gas Rusia.

“India mengimpor sebagian besar kebutuhan minyaknya. Kami sedang menjajaki semua kemungkinan di pasar energi global. Menurut saya Rusia bukan pemasok minyak utama ke India,” kata Bagchi.

Irak adalah pemasok utama India dengan pangsa 27%. Arab Saudi berada di urutan kedua dengan pasokan sekitar 17%, diikuti oleh Uni Emirat Arab dengan 13% dan AS pada 9%, menurut kantor berita Press Trust of India. [ab/uh]

Source : www.voaindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here