Polri: Polisi di Kendari yang Meninggal Bukan karena Unjuk Rasa, tapi Kecelakaan

0
27
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo saat memberi penjelasan soal kasus Nurhayati di Mabes Polri, Jaksel. Foto: Polri
Advertisement

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan anggota Polda Sultra Ipda Imam Agus Husein wafat bukan karena bentrok dengan para pengunjuk rasa di Kendari.

Menurut Irjen Dedi, Ipda Imam meninggal karena ada insiden kecelakaan di luar unjuk rasa.

“Meninggalnya karena ada insiden kecelakaan, yang mengakibatkan anggota mengalami benturan dan setelah dievakuasi ke rumah sakit, diberikan pertolongan, dalam proses perawatan yang bersangkutan meninggal,” kata Dedi, di kantornya, Senin (11/4).

Dedi tak menjelaskan kecelakaan seperti apa dan di mana lokasi detailnya.

“Jadi ada satu kegiatan pengamanan unjuk rasa, ada insiden kecelakaan, benturan fisik kena mobil. Tapi dievakuasi ke rumah sakit, dicoba untuk ditolong tapi meninggal dunia dalam proses perawatan di rumah sakit,” kata Dedi.

Ipda Imam menjabat sebagai Panit Den Gegana Brimob Polda Sultra.

Diberitakan sebelumnya, ribuan mahasiswa di kendari menggelar aksi unjung rasa di depan gedung DPRD Sultra. Aksi ini diikuti ribuan kader organisasi kemahasiswaan ekstra kampus seperti HMI, PMII, LMND, GMKI, GMNI dan KMHDI.

Aksi demonstrasi yang terpusat di depan Gedung DPRD Sultra memanas. Polisi beberapa kali menembakkan gas air mata setelah mendapat lemparan batu dari kelompok mahasiswa, pada Senin (11/04).

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here