Langkah Baru Putin Lawan Sanksi Barat: Tingkatkan Penggunaan Logam Rusia

0
31
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri acara yang menandai ulang tahun kedelapan pencaplokan Krimea oleh Rusia di Stadion Luzhniki di Moskow, Rusia, Jumat (18/3/2022). Foto: RIA Novosti Host Photo Agency/Vladimir Astapkovich/Reuters
Advertisement

Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan perubahan struktural dalam industri metalurgi negaranya pada Rabu (20/4). Langkah tersebut bertujuan untuk melawan sanksi Barat yang merenggut komponen penting dan membatasi ekspor logam.

Negara-negara Barat telah menjatuhkan putaran sanksi bertubi terhadap Kremlin. Namun, mereka belum memberikan sanksi kepada perusahaan-perusahaan penghasil logam.

Sebab, pihaknya berupaya menghindari risiko kekurangan pasokan. Kelangkaan itu tentu akan membuat harga melambung tinggi bagi perusahaan dan konsumen di seluruh dunia.

Kendati demikian, sanksi telah menargetkan pemegang saham di sejumlah perusahaan itu. Mereka menghadapi kesulitan membayar utang luar negeri, masalah impor peralatan asing, dan penurunan tajam harga saham.

Langkah Baru Putin Lawan Sanksi Barat: Tingkatkan Penggunaan Logam Rusia (1)
Seorang pekerja menunjukan bijih nikel di pabrik pertambangan nikel. Foto: REUTERS/Yusuf Ahmad

Seorang pekerja menunjukan bijih nikel di pabrik pertambangan nikel. Foto: REUTERS/Yusuf Ahmad

Bank, pengimpor, dan konsumen lantas menghindari prospek investasi di Rusia. Atas hal itu, Kremlin terdesak untuk mencari rute pasokan baru.

“Kita harus membuat perubahan pada struktur produksi dan pasokan produk metalurgi Rusia,”kata Putin, dikutip dari Reuters, Kamis (21/4).

Putin menyampaikan keputusan tersebut dalam pertemuan dengan pejabat industri dan eksekutif perusahaan. Dia memaparkan, Moskow harus meningkatkan konsumsi logam dalam negerinya dengan membangun pabrik, infrastruktur, dan perumahan.

“Untuk mendukung permintaan logam dalam negeri, kita harus meluncurkan proyek dan program jangka panjang yang akan dirasakan seluruh perekonomian,” terang Putin.

Langkah Baru Putin Lawan Sanksi Barat: Tingkatkan Penggunaan Logam Rusia (2)
Pabrik peleburan aluminium. Foto: INALUM

Putin menambahkan, pembatasan ‘ilegal’ oleh Barat telah memutus pasar untuk barang jadi Moskow. Dengan demikian, para produsen mereka harus berhenti membeli komponen.

Putin menerangkan, langkah itu bertentangan dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Dia lalu mendorong pemerintahannya untuk memperbarui strategi di WTO pula.

Negara Beruang Merah merupakan produsen logam utama. Mencapai ekspor tahunan senilai puluhan miliar dolar, Kremlin menyuplai aluminium, nikel, tembaga dan baja.

Industri metalurgi lantas menyediakan pekerjaan bagi ratusan ribu penduduk. Bidang tersebut menawarkan sumber penghidupan bahkan di tempat-tempat yang kekurangan lapangan pekerjaan.

Industri metalurgi juga merupakan sektor vital selama invasi ke Ukraina. Sejauh ini, Rusia telah kehilangan lebih dari 500 tank dan 100 pengangkut personel lapis baja. Peperangan juga telah melenyapkan ratusan kendaraan tempur lainnya.

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here