Babak Baru Kasus Bupati Bener Meriah yang Jual Kulit Harimau

0
13
Konpers kasus penjualan kulit harimau di Mapolda Aceh, Jumat (3/6). Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
Advertisement

Eks Bupati Bener Meriah, Ahmadi, bersama dengan dua rekannya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penjualan kulit harimau. Ia sempat dibebaskan dan berstatus sebagai saksi.

Dalam jumpa pers yang digelar di Mapolda Aceh, Ahmadi dan temannya tersebut turut dihadirkan di hadapan awak media. Ketiganya mengenakan baju rompi oranye bertuliskan tahanan Gakkum. Pantauan kumparan dari ketiga tersangka itu, Ahmadi tampak mengenakan topi hitam.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) KLHK, Rasio Ridho Sani, mengatakan tersangka berinisial A (40) yaitu Ahmadi ditetapkan sebagai tersangka bersama dua rekannya IS (48), dan S (44).

“Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara oleh penyidik KLHK bersama dengan Polda Aceh. Di mana ditetapkan sebagai tersangka pada 30 Mei 2022,” kata Ridho dalam jumpa pers di Mapolda Aceh, Jumat (3/6).

 

Babak Baru Kasus Bupati Bener Meriah yang Jual Kulit Harimau (1)
Konpers kasus penjualan kulit harimau di Mapolda Aceh, Jumat (3/6). Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Bersamaan dengan ketiga tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yaitu satu lembar kulit harimau sumatera, tulang belulang, dan gigi taring. Dari proses penangkapan ini akan ditindaklanjuti dengan proses penyidikan selanjutnya.

“Atas perbuatannya ketiga tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta, saat ini ketiganya ditahan di Mapolda Aceh” ujarnya.

Ridho menyebutkan, penindakan yang telah dilakukan tersebut merupakan hal serius, karena harimau sumatera merupakan salah satu satwa eksotis dilindungi dan dimiliki oleh Indonesia.

“Begini bagi kami ini adalah hal sangat serius, ini merupakan kejahatan serius dan luar biasa,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Subhan, menjelaskan pengungkapan kasus itu berawal dari aduan masyarakat yang kemudian dibicarakan pada tingkat internal untuk mencari cara bagaimana mengungkap kasus tersebut.

“Setelah semuanya matang tim bergerak ke lapangan, kemudian pada Senin (23/5) sekitar pukul 04.30 WIB, ketiganya disergap pada salah satu SPBU di Bener Meriah. Namun dalam penangkapan itu seorang di antaranya berinisial IS berhasil melarikan diri,” terangnya.

Babak Baru Kasus Bupati Bener Meriah yang Jual Kulit Harimau (2)
Barang bukti kulit harimau yang diamankan petugas Balai Penegakan Hukum KLHK Sumatera di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Foto: Dok. Istimewa

KLHK Dalami Pembeli Kulit Harimau yang Dijual oleh Eks Bupati Bener Meriah

Penyidik Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) KLHK masih mendalami pihak yang membeli kulit harimau yang dijual eks Bupati Bener Meriah Ahmadi (41) bersama dua rekannya berinisial S (48) dan S (44).

Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui ke mana barang bukti tersebut bakal dikirim atau dijual.

“Barang bukti akan dikirim ke mana atau dijual kepada siapa, ini sedang kami dalami masih proses penyidikan,” kata Ridho di Polda Aceh, Jumat (3/6).

Ridho menyebutkan, pihaknya juga masih mendalami hubungan antara ketiga tersangka dan peran masing-masing. Serta apakah masih ada pelaku lain di balik kasus kejahatan ini.

“Ini sedang proses penyidikan, kita akan lihat bagaimana kaitan antara ketiga tersangka, dan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam perilaku kejahatan ini. Nanti akan kami sampaikan kembali bagaimana progresnya,” ujarnya.

Menanggapi terkait status dari salah seorang tersangka yang merupakan eks bupati Bener Meriah, kata Ridho, di mata hukum semuanya sama dan tidak ada perbedaan.

“Kami tidak membedakan pelakunya siapa, siapa pun pelakunya sama dimata hukum. Yang pasti ketiga pelaku ini merupakan tersangka dari kejahatan terkait perburuan dan perdagangan satwa dilindungi,” imbuhnya.

Babak Baru Kasus Bupati Bener Meriah yang Jual Kulit Harimau (3)
Konpers kasus penjualan kulit harimau di Mapolda Aceh, Jumat (3/6). Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Terancam 5 Tahun Penjara

Penyidik Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) KLHK dan Polda Aceh menetapkan Ahmadi, eks Bupati Bener Meriah sebagai tersangka.

Ahmadi ditetapkan tersangka atas kasus penjualan kulit harimau. Selain Ahmadi, penyidik juga menetapkan dua orang lain sebagai tersangka. Mereka adalah berinisial IS (48), dan S (44).

“Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara oleh penyidik KLHK bersama dengan Polda Aceh. Di mana ditetapkan sebagai tersangka pada 30 Mei 2022,” kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) KLHK, Rasio Ridho Sani di Polda Aceh, Jumat (3/6).

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yaitu satu lembar kulit harimau sumatera, tulang belulang, dan gigi taring. Dari proses penangkapan ini akan ditindaklanjuti dengan proses penyidikan selanjutnya.

Mereka dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Atas perbuatannya tersebut, ketiga tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here