Anies: Banyak Keluarga Pahlawan di Menteng Terusir karena Tak Mampu Bayar Pajak

0
16
Gubernur Anies Baswedan saat upacara Hari Pahlawan di Monas. Foto: Dok. Pemprov DKI
Advertisement

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara soal banyaknya keluarga atau keturunan pahlawan yang terusir dari Jakarta lantaran tak mampu membayar pajak. Anies menyebut kondisi ini sebagai suatu ironi karena Tanah Air ini bisa merdeka berkat kucuran keringat dan darah orang tua-orang tua mereka.

Dalam akun Youtube pribadinya, Anies membahas soal kebijakan pajak yang adil dan merata untuk semua warga Jakarta. Ia menggambarkan absennya rasa adil dalam perpajakan dengan bercerita soal banyaknya keluarga pejuang yang terusir dari rumahnya.

“Jakarta adalah tempat di mana begitu banyak keluarga keturunan dan pribadi yang berjasa atas republik ini. Keluarga pahlawan, keluarga pejuang, veteran, keluarga orang yang berjasa buat republik ini banyak sekali,” ujar Anies dikutip kumparan, Jumat (15/7).

“Di sisi lain, mereka banyak tinggal di tempat yang dulunya biasa saja tapi kemudian menjadi daerah elite, mahal, dan pajaknya mahal. Sebutlah misalnya Menteng, kawasan itu menjadi kawasan yang NJOP-nya makin hari makin tinggi, lalu mereka terusir,” sambung Anies.

Mantan Mendikbud itu menilai, pemerintah seharusnya tidak membiarkan hal ini terjadi. Sebab bila demikian, Jakarta hanya akan jadi tempat buat mereka yang mampu membayar pajak.

“Peningkatan PBB terus menerus adalah sebuah cara sopan mengosongkan kota dari orang-orang yang pendapatannya terbatas,” ujar Anies.

Perbesar

Sejumlah Veteran mengikuti upacara peringatan Hari Veteran Nasional di Gedung LVRI, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Anies Bebaskan Keluarga Pahlawan dari PBB hingga 3 Generasi

Menurut Anies, kondisi ini kemudian sudah berusaha dihentikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2019. Ini dengan dikeluarkannya aturan perpajakan khusus untuk keluarga pejuang, maka pajak bumi dan bangunannya dibebaskan bahkan hingga 3 generasi.

Mereka ini di antaranya, kata Anies, pertama para perintis kemerdekaan. Kemudian para keluarga pahlawan nasional, penerima tanda kehormatan dari negara, para veteran, purnawirawan TNI/Polri, pensiunan PNS, guru, dosen, hingga tenaga kependidikan.

“Mereka dibebaskan pajak sampai dengan tiga generasi. Jadi bila mereka menempati sampai dengan 3 generasi maka pajak nol,” ujarnya. Anies berharap, dengan demikian mereka setidaknya bisa merasakan penghargaan atas jasa-jasa yang telah dilakukan orang tuanya di masa lalu.

“Mereka sejak 2019 terbebaskan dari PBB dan kami berharap sekali dengan cara seperti itu maka mereka tidak terusir dari rumahnya, tetap bisa tinggal di rumah sebagaimana orang tuanya dulu,” pungkas Anies.

 

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here