Pariwisata Danau Toba hingga Mandalika Butuh Rp 18,9 T, Luhut Yakin Tak Mangkrak

0
15
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan saat berada di Sirkuit Mandalika, Lombok. Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan
Advertisement

Pemerintah tengah mengejar target pembangunan lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), mulai dari Danau Toba di Sumatera Utara hingga Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Pembangunan seluruh lima DPSP itu ditaksir butuh biaya Rp 18,9 triliun.

Meski kebutuhan anggaran sangat besar, namun Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menjamin proyek DPSP tersebut tak akan mangkrak. Tak hanya itu, Luhut juga menegaskan, proyek-proyek tersebut harus rampung di 2024.

“Semua rencana perencanaan yang kita lakukan secara terintegrasi itu bisa selesai sesuai target kita tahun 2024. Jadi kita tidak ingin ada proyek-proyek yang mangkrak. Sekarang, kelihatan progresnya cukup bagus,” katanya dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Jakarta, Jumat (15/7).

Lima DPSP yang tengah terus dikebut pengembangannya yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.

Luhut mengatakan pengembangan lima DPSP hingga 2024 membutuhkan anggaran sebesar Rp18,9 triliun. Ia mengatakan saat ini pemerintah terus menyisir satu per satu setiap proyek agar tidak ada penyalahgunaan anggaran.

Pariwisata Danau Toba hingga Mandalika Butuh Rp 18,9 T, Luhut Yakin Tak Mangkrak (1)
Menparekraf Sandiaga Uno di Danau Toba Foto: Dok. Kemenparekraf

Ia pun menegaskan pemerintah mengerjakan proyek tersebut secara terintegrasi dengan tetap melakukan evaluasi berkala.

“Tidak ada yang tidak baik tanpa integrasi dan tidak ada proyek itu bisa jalan tanpa evaluasi. Makanya kita putuskan sampai 2024 tuntas ini semua Rp18,9 triliun. Sekarang kita lagi sisir satu-satu. Kita check, recheck and check again sehingga penggunaan dana benar dilakukan,” ujarnya.

Pengecekan melibatkan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, tim Kemenko Marves serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kita atur cek satu-satu rapat itu Pak Sandi Uno dengan Odo (Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves) dan tim, dan Kementerian PUPR melihat lagi satu-satu angka itu, betul melakukan itu, saya jamin penyalahgunaan anggaran di situ kecil,” imbuhnya.

Luhut pun mengatakan pengecekan dilakukan pula agar tidak ada proyek mangkrak di pemerintahan baru nanti.

“Supaya nanti ada pemerintahan baru, tidak ada proyek-proyek yang mangkrak karena tidak dicek. Tidak ada proyek mangkrak karena tidak dilakukan evaluasi di sana sini. Saya ditugasin Presiden untuk itu, saya pastikan itu tidak boleh mangkrak,” pungkas Luhut.

 

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here