Serangan Bom Hantam Resor di Kota Perbatasan Turki-Irak, 8 Turis Tewas

0
10
Ilustrasi ledakan. Foto: Richard Spiller/EyeEm/Getty Images
Advertisement

Delapan turis tewas dan 23 lainnya luka-luka akibat serangan bom artileri di sebuah resor pegunungan di Kota Zakho, Irak, pada Rabu (20/7/2022). Pemerintah Irak menuding serangan bom ini dilakukan oleh Turki.

“Bom artileri telah menghantam sebuah resor di Zakho, sebuah kota di perbatasan antara wilayah Kurdistan Irak dan Turki,” lapor media pemerintah setempat, dikutip dari Reuters.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh pihak Kementerian Kesehatan Kurdi, anak-anak turut menjadi korban dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak berusia satu tahun.

Pihaknya menambahkan, hampir seluruh korban jiwa meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Saksi mata yang berada di lokasi kejadian saat serangan berlangsung menceritakan, serangan bom terjadi hampir di seluruh wilayah tersebut.

“Kita ke arah gunung, ada serangan. Kita ke arah air terjun, ada serangan. Kita ke sisi ini, ada serangan juga,” kata salah satu saksi mata, Mustafa Aala (24).

“Kami menarik pagar yang ada di sekitar air terjun. Kami melihat dari dalam, saya melihat anak-anak tergeletak di tanah. Ini adalah pemandangan yang belum pernah saya lihat dalam hidup saya,” ungkap Aala.

Pihak Kementerian Pertahanan Turki dalam keterangannya menyampaikan, ada dua prajurit Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang telah menyerah ke titik keamanan Turki yang berjarak hanya sekitar 10 kilometer dari Kota Zakho.

Sedangkan terkait peristiwa nahas ini, pihak Kementerian Luar Negeri Turki menyampaikan bela sungkawa atas kematian para korban dan mengecam tudingan Irak atas serangan tersebut.

“Kami menyerukan kepada pemerintah Irak untuk tidak membuat pernyataan yang dipengaruhi oleh retorika dan propaganda organisasi teroris keji, dan untuk terlibat dalam kerja sama untuk mengungkap pelaku tindakan kejam ini,” kecam pihak Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan, merujuk kepada PKK.

Pihaknya menambahkan, saat menyerang kelompok PKK, pasukan militer Ankara bertindak sangat berhati-hati guna menghindari korban sipil atau merusak situs budaya bersejarah. Ankara juga menegaskan bahwa operasi militer Turki sejalan dengan hukum internasional.

“Turki siap untuk mengambil setiap langkah agar kebenaran terungkap,” sambung pernyataan itu.

Selama ini, pemerintah Turki telah mengirimkan pasukan komando untuk mendukung serangannya di Irak dan Suriah dalam melawan pasukan bersenjata PKK Kurdi dan milisi YPG Kurdi Suriah.

Ankara menganggap kedua kelompok ini sebagai teroris. Pasalnya, PKK telah beberapa kali berusaha melawan pemerintahan Turki pada 1984 dan diduga menjadi dalang di balik kudeta Turki pada 2016 lalu. Total tercatat sebanyak puluhan ribu warga sipil tewas akibat konflik ini.

 

Source : www.kumparan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here